Aku manusia yang dilaharikan oleh seorang perempuan paling mulia di dunia ini, setelah ayahku pulang jumatan. Setelah ayah ku berdiam sejenak setelah jumat, mugkin ngerokok plus ngopi sekedar untuk menenangkan, menunngu seorang istrinya yang sedang mengalmi proses persalinan, di dalam kamar tidur hanya ditemani oleh dukun bayi.

Mungkin ayah ku baru mau nyambung rokok kretek yang kedua, lantas dari dalam kamar terdengar seorang anak kecil melantunkan “yel-yel.”  rokok yang baru dihisap dua kali pun di enyahkanlah olehnya.

mungkin, enam tahun kemudian, Aku dipaksa oleh ayah dan Ibuku untuk berani melawan mantri sunat. lagi-lagi tepat setelah ayah ku pulang dari jumatan. cuma. mul;ai hari itu, aku harus merelakan sebagian dari tubuhku harus dibuang, lantas dikubur. mungkin sekarang sudah ilang, di kunyah rayap-rayap laknat itu.

dua sejarah dalam hidupku terjadi pada hari yang sama. dua peristiwa lagi yang bakal aku haapi, Nikah dan mati. aku akan berusaha dan meminta keridhaan Gusti Allah SWT, untuk terjadi juga setelah Jumat…. biar anak ku menuliskannya.

INI LOOH, BAPAKKU ITU SEORANG YANG LUAR BIASA DIDEPAN MATA SAYA SELAKU SEJARAWAN. BELIAU DARI MULAI LAHIR, SUNAT, NIKAH DAN MENINGGAL DI WAKTU YANG SAMA, SETELAH SHALAT JUM’AT.

Tapi saya tidak berharap, Kang Jaya Suprana mengetahi, lantas diapet MURI. Sama-sekali ngga….



Leave a Reply